Minggu 28 April 2019
Merupakan kegiatan perdana komunitas kami diundang oleh pihak kampus fakultas Kedokteran Universitas Riau untuk menjadi narasumber dan mengajar bahasa isyarat.
Dan kami pun sangat antusias karena kami juga ingin berbagi pengalaman mengenai komunitas kami yang masih baru 2 minggu diresmikan. Betapa bangganya kami bisa menjadi bagian acara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Gimana gak bangga coba? bisa diundang di kampus negeri favorit masyarakat Riau ini.
oke, untuk pertama kali acaranya kita di isi narasumber dari dosen FK Universitas Riau setelah itu dilanjut oleh Mbak Santi Setyaningsih yang menjadi narasumber mengenai apa itu BISINDO dan bagaimana etika berkomunikasi dengan teman Tuli. Karena memang ini juga untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa FK Univ Riau agar tahu bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan teman. Tuli. Nah dengan itu kita bisa tahu bagaimana seharusnya berkomunikasi dengan Tuli karena gak semua Tuli bisa paham dengan bahasa verbal atau oral.
dan setelah selesai memaparkan materi dari Mbak Santi Setyaningsih dilanjut belajar bahasa isyarat bersama. Belajar Bahasa Isyarat ini dipimpin oleh Mas Faqi Asnan Kasoghi dan Mbak Citra Wardhani. Coba bayangkan dalam satu kelas ada banyak mahasiswa yang ikut kelas dan sangat antusias sekali mereka belajar. bahkan sebelum menawarkan tanya jawab mereka langsung bertanya karena saking semangatnya. kami pun senang karena sudah berpartisipasi dalam proses belajar bahasa isyarat ini.
Rabu, 15 Mei 2019
Minggu, 14 April 2019
Perdana Kampanyekan Bahasa Isyarat di CFD Sudirman Pekanbaru
Perdana Kampanyekan Bahasa Isyarat di CFD Sudirman Pekanbaru
Komunitas Tuli Lancang Kuning Riau perdana kampanyekan bahasa isyarat Indonesia di Hari Bebas Kendaraan Bermotor di CFD Jalan Sudirman Pekanbaru Kota.
Yapz, kami langsung turun ke jalan dan secara spontan kami mengkampanyekan bahasa isyarat Indonesia (BISINDO) Pekanbaru ke beberapa orang yang lewat serta berlalu lalang di Car Free Day Jalan Sudirman Pekanbaru Kota, Provinsi Riau.
Kami awalnya kesulitan mencari lapak yang oke buat sosialisasi BISINDO dan kami pun ngobrol ngobrol sambil menunggu situasi dan mood yang pas buat mengkampanyekan BISINDO. Kami mlipir sebentar di hotel Premiere Pekanbaru Jalan Sudirman Pekanbaru. Nah, saat kami mengobrol dengan bahasa isyarat sesama kawan Tuli dan dengar kami pun dibuat kaget sama Satpam Hotel Premiere Pekanbaru karena mereka langsung bertanya bagaimana caranya berkomunikasi dengan Tuli dan berhubung satpam Hotel premiere Pekanbaru tersebut punya sodara Tuli juga dan bingung bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan Tuli. Akhirnya kami pun antusias buat mengajari mereka.
Belum juga selesai mengajari BISINDO, kami pun didatangi sama seorang Ibu dengan dua anak yang tertarik belajar bahasa isyarat. Alangkah senangnya begitu bisa melihat orang orang di CFD Pekanbaru antusias untuk belajar bahasa isyarat pekanbaru ini.
Perdana sosialisasi BISINDO di depan Hotel Premiere Pekanbaru
Sungguh kami pun merasa senang sekali, yang awalnya ragu dan takut masyarakat gak begitu tertarik untuk belajar Bisindo justru malah sangat antuasias untuk saling belajar dan berbagi. Dan setelah kami mengajari beberapa orang - orang yang di berada di depan hotel Premiere pekanbaru kami pun bergegas untuk mencari lapak atau tempat yang ramai di kunjungi banyak orang. Akhitnya kami pun mendapatkan tempat yang layak dan ramai di kunjungi banyak orang. Tempat di depan Taman Putri Kaca Mayang Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru (depan kantor Walikota Pekanbaru).
Tanpa ragu - ragu kami pun menawarkan brosur yang kami bawa untuk ditawarkan ke pengunjung CFD hari itu. Tak disangka malah semakin ramai dan penuh antusias untuk saling belajar BISINDO ini. Sungguh yang gak bisa kami bayangkan karena kami waktu itu hanya bawa seadanya dan belum mempersiapkan apa apa alias spontan. Bagaimana tidak? Kami hanya membawa brosur berisikan BISINDO tanpa adanya banner dan brosur menjelaskan komunitas kami. Tapi ini cukup membuat kami senang waktu itu bisa bertemu dengan orang baru dan pengalaman baru bagi kami untuk saling berbagi dan belajar bersama.
Jumat, 12 April 2019
Program KUTILANG RIAU
Program Komunitas Tuli Lancang Kuning (KUTILANG) Riau
Ini kita mau menuliskan program KUTILANG Riau ini, tidak hanya kumpul kumpul antara teman Tuli dan dengar ataupun teman disabilitas lainnya, kita ada program yang dibawakan oleh komunitas KUTILANG Riau ini. Program tersebut diantaranya:
1. Program Pengembangan Bahasa BISINDO
Program ini untuk mempelajari bahasa isyarat Indonesia yang diterapkan oleh anak - anak muda Tuli Pekanbaru. Karena Bisindo merupakan bahasa ibu anak - anak Tuli, maka kami pun ingin belajar memperkaya bahasa isyarat Indonesia khusus Tuli dan bisa dipelajari oleh teman teman dengar agar bisa memudahkan komunikasi dengan teman Tuli.
Program ini ada kegiatannya diantaranya sosialisasi dan memperkenalkan Bisindo ke masyarakat, sekolah, kampus dan instansi - instansi tertentu. Pelatihan Guru BISINDO bagi Tuli muda di Pekanbaru.
2. Program Kegiatan Sosial
Program ini kita buat untuk bisa melatih kepekaan teman Tuli untuk saling membantu dan meringankan saudara kita yang kurang beruntung. Seperti membagikan makanan bagi pengemis dll
3. Program UMKM
Disini akan kita berdayakan teman Tuli di Pekanbaru dan sekitarnya dengan memberikan keterampilan dan potensi untuk mencapai finansial mereka. Jadi kita memanfaatkan dan membuat segala macam produk berupa kaos BISISNDO, totebag BISINDO dll. Disini tidak hanya menjual produk yang dihasilkan teman Tuli. Tapi juga mensosialisasikan bahasa isyarat ke masyarakat melalui produk yang dibuat oleh Tuli
Komunitas Tuli Lancang Kuning Riau
12 April 2019
Perdana bagi komunitas Tuli di Pekanbaru dan sekitarnya. Komunitas Tuli Lancang Kuning Riau ini merupakan sebuah wadah untuk teman teman Tuli dan orang dengar. Tujuan komunitas ini adalah untuk menwujudkan lingkungan yang inklusif di Pekanbaru Kota dan sekitarnya. Tingginya angka bagi penyandang disabilitas Tuli ini maka kami juga berinisiatif untuk melakukan sosialisasi meliputi pengenalan bahasa isyarat, komunikasi dengan teman teman Tuli, pengenalan budaya Tuli dan lain lain. Hal ini juga dikarenakan tingginya minat pembelajaran bagi masayarakat dengar untuk belajar bahasa isyarat akan tetapi tidak ada satupun teman Tuli yang aktif menyebarkan bahasa isyarat, maka dari itu lahirnya komunitas independent ini bernama KOMUNITAS TULI LANCANG KUNING RIAU.
Perdana bagi komunitas Tuli di Pekanbaru dan sekitarnya. Komunitas Tuli Lancang Kuning Riau ini merupakan sebuah wadah untuk teman teman Tuli dan orang dengar. Tujuan komunitas ini adalah untuk menwujudkan lingkungan yang inklusif di Pekanbaru Kota dan sekitarnya. Tingginya angka bagi penyandang disabilitas Tuli ini maka kami juga berinisiatif untuk melakukan sosialisasi meliputi pengenalan bahasa isyarat, komunikasi dengan teman teman Tuli, pengenalan budaya Tuli dan lain lain. Hal ini juga dikarenakan tingginya minat pembelajaran bagi masayarakat dengar untuk belajar bahasa isyarat akan tetapi tidak ada satupun teman Tuli yang aktif menyebarkan bahasa isyarat, maka dari itu lahirnya komunitas independent ini bernama KOMUNITAS TULI LANCANG KUNING RIAU.
Besar harapan kami ini agar komunitas ini bisa berjalan walaupun banyak keterbatasan yang kami miliki, akan tetapi kami tidak menyerah karena kami ingin menjadikan kota Pekanbaru yang inklusif dan ramah disabilitas.
Untuk kegiatan komunitas ini ada banyak akan tetapi karena kami baru berdiri kami memfokuskan pembelajaran bahasa isyarat dan mensosialisasikan bahasa isyarat kepada masyarakat dengar agar tahu bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan teman Tuli
Langganan:
Postingan (Atom)





